Pernikahan bahagia.
Apa yang orang harapkan dari pernikahan? Tentu saja rumah tangga yang bahagia, bukan! Sebagian pernikahan diawali oleh cinta tetapi sering berakhir di dalam kebencian, sebagian yang lain diawali oleh keterpaksaan (perjodohan) tetapi juga ada yang langgeng dalam kebahagiaan meskipun tak sedikit pula yang berjalan dalam kehampaan.
Sebagian orang berpikir bahwa kalau Tuhan yang menjodohkan, pasti segala sesuatunya akan berjalan lancar sehingga ketika percekcokan mulai menghiasi rumah tangga, dia berpikir: “jangan-jangan, aku salah pilih jodoh”, dan perceraian mulai jadi pilihan logis untuk menghindari masalah. Pernikahan tidak lagi dipandang sebagai hal yang sakral dan kudus tetapi jadi ajang seleksi untuk cari jodoh yang tepat dan cara aman untuk menghindari perzinahan (umum). Apalagi kawin cerai sudah jadi komoditi entertaiment yang laris manis yang mendongkrak popularitas para pejabat dan artis di negeri ini yang celakanya sering jadi panutan masyarakat penggemar sinetron.
Pada mulanya waktu Tuhan menciptakan Adam, Tuhan berkata: “bahwa tidak baik bila manusia itu seorang diri saja maka Aku akan menciptakan seorang penolong yang sepadan dengannya”. Tetapi anehnya Tuhan tidak segera menciptakan Hawa baginya tapi Tuhan menciptakan bintang-binatang dan membawa Adam menemui hewan-hewan itu untuk memberikan nama bagi mereka. Dan dikatakan bahwa Adam tidak menjumpai penolong yang sepadan dengannya. Apa artinya? Artinya, sebenarnya Tuhan memberi kebebasan untuk manusia memilih dan mencari sendiri pasangan hidupnya dengan hikmat dan akal budi yang ada padanya untuk mencari yang sepadan (sesuai).
Coba, andaikata meskipun Adam tidak menjumpai manusia yang sepadan tetapi dia berpikir: “ yah sudahlah, ambil saja yang ada. Yang penting betina “. Tentu saja manusia sekarang, boleh jadi merupakan keturunan monyet, orang hutan atau anjing seperti cerita legenda Sangkuriang dari jawa barat
Jodoh itu seperti sebuah gambar magic puzzle yang besar terdiri dari ribuan potongan gambar kecil-kecil, dan ketika kita mau menyusunnya maka kita harus mulai dari potongan gambar yang biasanya terletak di tepi yang menyisakan sedikit gambar yang sesuai dengan beberapa potongan gambar yang ada. Dan itu sebuah Pernikahan.
Jadi Pernikahan merupakan blueprint dari Allah sendiri untuk mewujudkan gereja-NYA di bumi ini (Efesus 5:23-33). Alkitab berkata bahwa tidak ada laki-laki atau perempuan yang tidak berasal dari Allah. Hal yang tidak Alkitabiah jika ada orang apalagi hamba Tuhan yang berani mengatakan bahwa kalau bukan jodohnya maka boleh bercerai.
Tujuan utama dari Pernikahan adalah mewujudkan rencana Allah yang besar bagi gereja-NYA yaitu Kerajaan Allah di bumi ini bila setiap rumah tangga Kristen dapat menjadi garam dan terang bagi masyarakatnya. Pernikahan Kristen bukan didasarkan oleh cinta meskipun cinta adalah komponen/ potongan gambar terpenting tetapi dasar utama dari pernikahan adalah Kristus sendiri artinya Pernikahan hanya dapat diwujudkan apabila pria dan wanita mengikatkan diri dalam sebuah Komitmen untuk meletakkan kebenaran Firman Allah sebagai acuan atau nara sumber di dalam segala masalah yang timbul dalam pernikahan.
Pernikahan tidak akan langgeng bila ada pihak ke tiga turut campur di dalamnya, bahkan orang tua/ keluarga sekalipun. Hanya jika kita ijinkan Tuhan saja yang dapat menjadi pihak ke tiga dalam sebuah pernikahan yang dapat menyempurnakan ikatan kasih suami dan isteri, ketika dalam kerendahan hati kita mau melaksanakan Firman Tuhan untuk saling mengasihi, melayani, mengampuni dan saling mendahului untuk memberikan penghormatan kepada masing pasangan.
Entah saudara sudah menikah atau belum, tetapi renungkanlah benar-benar dengan renungan yang saudara telah baca saat ini. Pernikahan adalah sebuah Komitmen untuk berjalan dan hidup sesuai rencana-Nya. Jangan takut untuk menikah dan jangan ambil keputusan untuk tidak menikah karena melihat contoh gagal dalam pernikahan, karena itupun berarti bahwa saudara tidak bertanggung jawab dengan hidupmu dan satu-satunya alasan untuk tidak menikah adalah karena kita mau benar-benar menyerahkan diri kita hanya untuk melayani – Nya. Terimakasih dan selamat menikah.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 13 Oktober 2009
Sabtu, 05 September 2009
Belajar bertanggung-jawab
I Yohanes 2: 28; 3: 1-2
28; “Maka sekarang anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya”
29; "Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-NYA"
3:1; "Lihatlah betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak ALLAH. karena itu dunia tidak mengenal kita, sebabdunia tidak mengenal DIA"'
2; "Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak ALLAH, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-NYA, kita akan menjadi sama seperti DIA, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-NYA yang sebenarnya".
Pada hari kedatangannya, berbeda dengan apa yang biasa dikatakan pendeta yang selalu menekankan kepada hasil seperti berapa banyak jiwa yang engkau bawa atau berapa banyak yang engkau sudah berikan. Yesus lebih menekankan pada proses dan hubungan kita dengan-Nya sebagai Bapa dan anak, sebagai sahabat dan mempelai-Nya. Ia akan berrkata; “Berbahagialah hai hambaku yang baik dan setia, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuan-Mu”.
“Hamba mana yang didapati setia dan tetap mengerjakan tugasnya jikalau tuan-Nya datang”.
“Berwaspadalah dan berjaga-jagalah sebab engkau tidak tahu kapan tuan-Mu itu datang”.
Apapun bentuk pelayanan dan tanggung jawab kita, yang paling Tuhan inginkan adalah kesungguhan dan kesetiaan kita dalam melayani-Nya.
ALLAH menempatkan kita dengan satu misi yaitu menyatakan tentang Kerajaan dan Kehendak-Nya di dalam dan melalui kehidupan kita ditengah masyarakat, bangsa dan gereja, adalah SALAH KALAU KITA BERPIKIR DAN MENEMPATKAN PELAYANAN KITA HANYA DALAM LINGkUP GEREJA DAN ROHANI SAJA KARENA KEHIDUPAN DUNIAWI DAN ROHANI ADALAH SEPERTI SATU MATA UANG DENGAN DUA SISI GAMBAR YANG BERBEDA.
Kita adalah manusia rohani tidak peduli dimana kita berada kita tetap manusia rohani, meskipun mungkin bertentangan dengan keadaan kita saat ini tetapi sebenarnya kita adalah anak-anak ALLAH. (3:1)
Itulah sebabnya kita harus berpikir dan bertindak sebagai manusia rohani (manusia baru yang terus menerus diperbaharui) di tengah-tengah dunia yang dipenuhi oleh kefasikan ini karena sebutir mutiara tidaklah akan pernah kehilangan kemilaunya di dalam pekatnya lumpur sekalipun.
TUHAN menempatkan Roh kudus-Nya di dalam kita untuk menolong dan memimpin kita untuk masuk ke dalam seluruh kebenaran, dan Ia akan terus menguduskan dan memampukan kita jika kita mau belajar untuk menempatkan firman-Nya di dalam kita dan senantiasa hidup dalam kepenuhan (persekutuan) Roh kudus-Nya.
Tentu saja ada harga yang harus kita bayar yaitu penyangkalan diri (untuk tidak menjadi sahabat dunia) dan pikul salib (kerelaan untuk menderita oleh karena Yesus). Dan itu bukan berarti bahwa kita harus hidup dalam kemiskinan dan penderitaan (Ulangan 28: 1-14) karena justru TUHAN menghendaki kita hidup berkelimpahan agar hidup kita dapat menjadi berkat bagi sesama dan alat pelebaran kerajaan-Nya.
Tetapi jangan ijinkan uang dan kekayaan menjadi tuan atas hidupmu dan jangan biarkan ambisi akan kesuksesan menjadi obsesi yang menenggelamkan kita di dalam kesibukkan sepanjang waktu sehingga kita melupakan keluarga dan bahkan juga pelayanan kita.
Visi TUHAN bagi kita adalah KARAKTER (menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya; Roma 8: 29). Jadi bersiap-siaplah untuk hadapi kekecewaan yang dibuat oleh keadaan dan orang-orang di sekitarmu, Jangan panic dahulu karena TUHAN sedang memproses bagian yang tersembunyi dalam dirimu yaitu ego-mu.
Kita hanya sedang belajar untuk mengelola harta yang sementara, yang sangat kecil nilainya dan hidup yang sangat pendek supaya apabila TUHAN menilai bahwa kita adalah orang yang memiliki intregritas (dapat dipercaya), IA akan memberikan kita tanggung jawab yang lebih besar dan mulia untuk mengelola harta yang sesungguhnya di dalam kehidupan kekal yang menantikan kita.
Jangan pernah berputus asa dan bersungut-sungut karena kita tahu kemuliaan kekal yang menantikan kita dan biarlah kita tahu bahwa IA yang menjamin kita adalah setia sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “TUHAN adalah penolongku. Aku tidak akan takut.
TUHAN memberkati.
28; “Maka sekarang anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya”
29; "Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-NYA"
3:1; "Lihatlah betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak ALLAH. karena itu dunia tidak mengenal kita, sebabdunia tidak mengenal DIA"'
2; "Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak ALLAH, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-NYA, kita akan menjadi sama seperti DIA, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-NYA yang sebenarnya".
Pada hari kedatangannya, berbeda dengan apa yang biasa dikatakan pendeta yang selalu menekankan kepada hasil seperti berapa banyak jiwa yang engkau bawa atau berapa banyak yang engkau sudah berikan. Yesus lebih menekankan pada proses dan hubungan kita dengan-Nya sebagai Bapa dan anak, sebagai sahabat dan mempelai-Nya. Ia akan berrkata; “Berbahagialah hai hambaku yang baik dan setia, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuan-Mu”.
“Hamba mana yang didapati setia dan tetap mengerjakan tugasnya jikalau tuan-Nya datang”.
“Berwaspadalah dan berjaga-jagalah sebab engkau tidak tahu kapan tuan-Mu itu datang”.
Apapun bentuk pelayanan dan tanggung jawab kita, yang paling Tuhan inginkan adalah kesungguhan dan kesetiaan kita dalam melayani-Nya.
ALLAH menempatkan kita dengan satu misi yaitu menyatakan tentang Kerajaan dan Kehendak-Nya di dalam dan melalui kehidupan kita ditengah masyarakat, bangsa dan gereja, adalah SALAH KALAU KITA BERPIKIR DAN MENEMPATKAN PELAYANAN KITA HANYA DALAM LINGkUP GEREJA DAN ROHANI SAJA KARENA KEHIDUPAN DUNIAWI DAN ROHANI ADALAH SEPERTI SATU MATA UANG DENGAN DUA SISI GAMBAR YANG BERBEDA.
Kita adalah manusia rohani tidak peduli dimana kita berada kita tetap manusia rohani, meskipun mungkin bertentangan dengan keadaan kita saat ini tetapi sebenarnya kita adalah anak-anak ALLAH. (3:1)
Itulah sebabnya kita harus berpikir dan bertindak sebagai manusia rohani (manusia baru yang terus menerus diperbaharui) di tengah-tengah dunia yang dipenuhi oleh kefasikan ini karena sebutir mutiara tidaklah akan pernah kehilangan kemilaunya di dalam pekatnya lumpur sekalipun.
TUHAN menempatkan Roh kudus-Nya di dalam kita untuk menolong dan memimpin kita untuk masuk ke dalam seluruh kebenaran, dan Ia akan terus menguduskan dan memampukan kita jika kita mau belajar untuk menempatkan firman-Nya di dalam kita dan senantiasa hidup dalam kepenuhan (persekutuan) Roh kudus-Nya.
Tentu saja ada harga yang harus kita bayar yaitu penyangkalan diri (untuk tidak menjadi sahabat dunia) dan pikul salib (kerelaan untuk menderita oleh karena Yesus). Dan itu bukan berarti bahwa kita harus hidup dalam kemiskinan dan penderitaan (Ulangan 28: 1-14) karena justru TUHAN menghendaki kita hidup berkelimpahan agar hidup kita dapat menjadi berkat bagi sesama dan alat pelebaran kerajaan-Nya.
Tetapi jangan ijinkan uang dan kekayaan menjadi tuan atas hidupmu dan jangan biarkan ambisi akan kesuksesan menjadi obsesi yang menenggelamkan kita di dalam kesibukkan sepanjang waktu sehingga kita melupakan keluarga dan bahkan juga pelayanan kita.
Visi TUHAN bagi kita adalah KARAKTER (menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya; Roma 8: 29). Jadi bersiap-siaplah untuk hadapi kekecewaan yang dibuat oleh keadaan dan orang-orang di sekitarmu, Jangan panic dahulu karena TUHAN sedang memproses bagian yang tersembunyi dalam dirimu yaitu ego-mu.
Kita hanya sedang belajar untuk mengelola harta yang sementara, yang sangat kecil nilainya dan hidup yang sangat pendek supaya apabila TUHAN menilai bahwa kita adalah orang yang memiliki intregritas (dapat dipercaya), IA akan memberikan kita tanggung jawab yang lebih besar dan mulia untuk mengelola harta yang sesungguhnya di dalam kehidupan kekal yang menantikan kita.
Jangan pernah berputus asa dan bersungut-sungut karena kita tahu kemuliaan kekal yang menantikan kita dan biarlah kita tahu bahwa IA yang menjamin kita adalah setia sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “TUHAN adalah penolongku. Aku tidak akan takut.
TUHAN memberkati.
Senin, 10 Agustus 2009
Berfokus pada Rencana TUHAN>
Berfokus pada ALLAH!!
Roma 8: 28-30.
Kemarin ada seseorang yang mengirimkan sebuah SMS yang berbunyi demikian; “Maaf, mungkin U salah kirim sms, but sms 12x sudah benar2 bikin sadar betapa I terlau jauh meminggalkan Tuhan. Thanks sudah salah kirim sms 12x”. dan saya menjawabnya; “Tuhan sering berkerja dengan cara yang musterius karena saya tidak pernah mengirimkan sms kepadamu sebab no mu tidak ada pada phonebook hp saya, 1 atau 2x kesalahan adalah wajar tetapi 12x berarti adalah hal yang Tuhan rencanakan dan saya senang bahwa kesalahan itu menjadi berkat bagimu”.
Firman Allah di dalam Roma fasal 8: 28 mengatakan bahwa Allah turut bekerja didalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Tuhan. Ini berarti bahwa Allah ikut mengambil bagian atau merencanakan senua hal yang terjadi dalam hidup kita untuk mendatangkan kehidupan yang maksimal. seringkali kita tidak menyadari tentang tujuan Allah ini karena kita berfokus pada diri sendiri sehingga kita seringkali bersungut-sungut dan berfikir bahwa Allah berlaku tidak adil kepada kita.
Fokus pada diri sendiri ini akan berakibat:
1. kekurangan/ tidak bersyukur.
Ibrani 13: 5 berkata, “ cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu”.
Kita tidak akan pernah dapat bersuykur bila kita tidak puas dengan apa yang kita miliki.
2. Kekuatiran.
Lukas 12: 18-20.
Kekuatiran adalah penghambat terbesar dari iman yang memungkinkan kuasa Firman tidak dapat berkerja secara maksimal dalam hidup kita. Yakobus 1:6-7
3. Kesombongan/ haus penghargaan, pengakuan.
I Yohanes 2: 15
Kalau kita berfokus pada diri sendiri maka kita tidak akan pernah dapat melihat dan mengerti tentang rencana Allah.
Filipi 3: 12-13.
Untuk dapat berfokus kepada Allah maka kita harus :
Melupakan apa yana ada dibelakang kita artinya kita harus melupakan segala kekecewaan yang pernah terjadi dalam kehidupan kita sebab kekecewaan itu adalah hambatan terbesar kita untuk menemukan potensi yang seutuhnya dalam Tuhan. Pengampunan adalah hal yang terpenting untuk dapat melupakan kekecewaan.
Penguasaan Diri.
Kita lebih sering melakukan pengekangan diri, artinya kita seringkali melakukan atau tidak melakukan sesuatu hanya untuk JAIM/ jaga image karena takut akan penilaian orang atas reputasi kita tetapi penguasaan diri adalah buah dari Cinta ataupun hasil dari persekutuan kita dengan Firman dan Roh Kudus.
Hidup dalam rencana Allah.
Untuk mengerti rencana Allah maka kita harus mengenal Firman Allah dan hidup dalam persekutuan. Bacalah Alkitab secara teratur dan hiduplah dalam persekutuan dengan saudara-saudara seiman untuk dapat saling menjaga dan menopang satu denan yang lain dan beribadahlah secara teratur. I Timotius 4: 8
4. Kasih
Jika anda ingin mengalami hidup yang berkelimpahan dari
TUHAN. Anda harus tidak berfokus pada diri sendiri, tetapi mulailah meluangkan waktu untuk menolong orang lain. Anda harus memperlihatkan Kasih dan Kebaikan TUHAN dimanapun Anda berada. Jika Anda bersedia memenuhi kebutuhan orang lain, maka TUHAN berjanji akan memenuhi segala kebutuhanmu. TUHAN akan memberseskan segala masalah yang anda hadapi.(Joel Osteen)
Roma 8: 28-30.
Kemarin ada seseorang yang mengirimkan sebuah SMS yang berbunyi demikian; “Maaf, mungkin U salah kirim sms, but sms 12x sudah benar2 bikin sadar betapa I terlau jauh meminggalkan Tuhan. Thanks sudah salah kirim sms 12x”. dan saya menjawabnya; “Tuhan sering berkerja dengan cara yang musterius karena saya tidak pernah mengirimkan sms kepadamu sebab no mu tidak ada pada phonebook hp saya, 1 atau 2x kesalahan adalah wajar tetapi 12x berarti adalah hal yang Tuhan rencanakan dan saya senang bahwa kesalahan itu menjadi berkat bagimu”.
Firman Allah di dalam Roma fasal 8: 28 mengatakan bahwa Allah turut bekerja didalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Tuhan. Ini berarti bahwa Allah ikut mengambil bagian atau merencanakan senua hal yang terjadi dalam hidup kita untuk mendatangkan kehidupan yang maksimal. seringkali kita tidak menyadari tentang tujuan Allah ini karena kita berfokus pada diri sendiri sehingga kita seringkali bersungut-sungut dan berfikir bahwa Allah berlaku tidak adil kepada kita.
Fokus pada diri sendiri ini akan berakibat:
1. kekurangan/ tidak bersyukur.
Ibrani 13: 5 berkata, “ cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu”.
Kita tidak akan pernah dapat bersuykur bila kita tidak puas dengan apa yang kita miliki.
2. Kekuatiran.
Lukas 12: 18-20.
Kekuatiran adalah penghambat terbesar dari iman yang memungkinkan kuasa Firman tidak dapat berkerja secara maksimal dalam hidup kita. Yakobus 1:6-7
3. Kesombongan/ haus penghargaan, pengakuan.
I Yohanes 2: 15
Kalau kita berfokus pada diri sendiri maka kita tidak akan pernah dapat melihat dan mengerti tentang rencana Allah.
Filipi 3: 12-13.
Untuk dapat berfokus kepada Allah maka kita harus :
Melupakan apa yana ada dibelakang kita artinya kita harus melupakan segala kekecewaan yang pernah terjadi dalam kehidupan kita sebab kekecewaan itu adalah hambatan terbesar kita untuk menemukan potensi yang seutuhnya dalam Tuhan. Pengampunan adalah hal yang terpenting untuk dapat melupakan kekecewaan.
Penguasaan Diri.
Kita lebih sering melakukan pengekangan diri, artinya kita seringkali melakukan atau tidak melakukan sesuatu hanya untuk JAIM/ jaga image karena takut akan penilaian orang atas reputasi kita tetapi penguasaan diri adalah buah dari Cinta ataupun hasil dari persekutuan kita dengan Firman dan Roh Kudus.
Hidup dalam rencana Allah.
Untuk mengerti rencana Allah maka kita harus mengenal Firman Allah dan hidup dalam persekutuan. Bacalah Alkitab secara teratur dan hiduplah dalam persekutuan dengan saudara-saudara seiman untuk dapat saling menjaga dan menopang satu denan yang lain dan beribadahlah secara teratur. I Timotius 4: 8
4. Kasih
Jika anda ingin mengalami hidup yang berkelimpahan dari
TUHAN. Anda harus tidak berfokus pada diri sendiri, tetapi mulailah meluangkan waktu untuk menolong orang lain. Anda harus memperlihatkan Kasih dan Kebaikan TUHAN dimanapun Anda berada. Jika Anda bersedia memenuhi kebutuhan orang lain, maka TUHAN berjanji akan memenuhi segala kebutuhanmu. TUHAN akan memberseskan segala masalah yang anda hadapi.(Joel Osteen)
Langganan:
Postingan (Atom)